Jumat, 12 Juni 2015

My Softskills

Postingan kali ini berkaitan dengan matakuliah softskill “Etika & Profesionalisme”. Tugas kali ini mengenai softskill apa yang kita miliki adapun pertanyaan yang diberikan Pak Dosen mata kuliah Etika Profesionalisme sebagai berikut :

1. Pertanyaan pertama dilihat dari softskills apa yang kalian miliki selama kalian kuliah dari awal semester sampai ke tingkat akhir? Terlebih dahulu disini saya akan memberikan penjelaskan tentang apa itu softskill?

Softskills  adalah  sebuah  istilah  dalam  sosiologi tentang  EQ  (Emotional  Intelligence  Quotient) seseorang,  yang  dapat  dikatagorikan  atau klusterkan menjadi  kehidupan  sosial,  komunikasi,  bertutur bahasa, kebiasan, keramahan, optimasi.
Softskills  adalah  'berbeda'  dengan  hardskills yang menekankan kepada IQ, artinya penguasaan ilmu pengetahuan, teknolgi dan ketrampilan teknis yang berhugungan dengan bidang ilmunya.
Contoh softskills didalam pemain sepak bola yaitu memiliki kemampuan dalam bekerjasama, mengambil inisiatif, keberanian mengambil keputusan, penuh semangat dan gigih.
Contoh softskills sendiri adalah

-          Kejujuran
-          tanggung jawab
-          berlaku adil
-          kemampuan bekerja sama
-          kemampuan beradaptasi
-          toleran
-          hormat terhadap sesama
-          kemampuan mengambil ketputusan
-          kemampuan memecahkan masalah.

Softskill memilki 2 kategori yaitu
a. Intra-personal skill adalah ketrampilan  seseorang dalam  mengatur  dirinya  sendiri  untuk pengembangan kerja secara optimal.
Contoh  Intra-Personal Skills adalah sebagai berikut:
-          Bisa manajemen waktu
-          Manajemen stress
-          Manajemen perubahan
-          Karakter transformasi
-          Berpikir kreatif
-          Memiliki acuan tujuan positif
-          Teknik belajar cepat, 
b. Inter-personal skill adalah ketrampilan  seseorang dalam  hubungan  dengan  orang  lain  untuk pengembangan kerja secara optimal.
Contoh Inter-Personal Skills adalah sebagai berikut:
-          Kemampuan memotivasi
-          Kemampuan memimpin
-          Kemampuan negosiasi
-          Kemampuan presentasi
-          Kemampuan komunikasi
-          Kemapuan membuat relasi
-          Kemampuan bicara di muka umum, dsb

Ketika seseorang sudah sarjana kompeten mereka harus memiliki kedua kategori softskills tersebut yaitu Intra-Personal dan Inter-Personal, karena sangat membantu untuk mengembangkan softskills apa yang kita miliki.
Softskills sangat perlu karena sebagai persyaratan kerja. Didalam persyaratan kerja pelamar bukan hanya memiliki kemampuan softskills tetapi juga harus memiliki kemampuan pada hardskills.
  Saya memulai mengenal computer ketika SMP kelas 1 dan menggunakannya pada saat mata pelajaran TIK, ketika menggunakan computer saya sangat menyukainya hingga akhirnya saya memliki sendiri dirumah dan tidak lepas dari computer walaupun tidak terhubung dengan internet karena pada saat itu belum banyak orang yang menggunakan internet. Awal saya bisa menggunakan internet diberi
 pengarahan oleh saudara dekat bagaimana cara menggunakannya saat itu boomingnya “Friendster” ya social media yang pertama kali saya tahu. Di Friendster tersebut bisa mengedit gambar, text berjalan dan bisa mengedit lain sebagainya, hingga membuat saya tertarik dengan dunia teknologi, yang memutuskan untuk masuk SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Ketika di SMK memang saya tidak terlalu focus belajar, hingga akhirnya softskills yang saya miliki saat SMK tersebut kurang. Jurusan TKJ saya belajar windows, linux, jaringan dan lain sebagainya. Saat SMK saya mulai menyukai jaringan dan software ya seperti pemrograman karena saya kurang minat untuk belajar hardware.
Selanjutnya, saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah jurusan Sistem Informasi. Mata kuliah yang saya dapat sangat berbeda saat saya di SMK, lebih banyak ke materi dibandingkan dengan praktek. Ternyata, saat kuliah dan di smk saya belajar materi dan praktek yang diberikan lebih expert pada saat smk, tetapi pada saat kuliah diberikan penjelasan dari awal sekali hingga jelas sekali dan membuat mahasiswi memahami kenapa bisa seperti itu. Saya baru menyadari ternyata kuliah itu kita sebagai mahasiswa harus sering mencoba sendiri dan belajar lagi sendiri untuk mengasah skill yang kita memiliki. Setelah mendapatkan materi dari dosen harus langsung mencoba sendiri supaya tidak menyesal kalo tidak bisa. Berbeda pada saat SMK mencobanya itu langsung ke lab.
Setelah 4 tahun kuliah di jurusan ini tentu banyak sekali hal yang telah dipelajari dari mulai pengenalan system operasi, analisis system informasi, bahasa pemrograman dari qbasic sampai java, namun tidak semua itu saya bisa kuasai tetapi saya paham dari konsep system operasi, analisis system informasi, bahasa pemrograman dari qbasic sampai java walaupun tidak terlalu expert.
Jika saya melihat softskill apa yang saya miliki saya lebih menguasai tentang analisis system informasi, bahasa pemrograman pascal, linux with c, jaringan dan database tetapi saya juga sangat menyukai masak. Berawal dari dosen yang sangat sabar mengajarkan kami bahasa pemrograman pascal membuat saya ingin terus mencoba pemrograman tersebut karena niat dan tekat saya yang tidak ingin mensiasiakan kuliah dan saya harus bisa menguasi bahasa pemrograman. Kalau linux with C saya mengausai dasar pemrograman tersebut seperti perulangan dan kondisi. Tugas kuliah tentang analisis system yang membuat saya tertarik dan mulai mengerjakan tugas tersebut dan mempelajarinya secara tidak langsung saya memahaminya dan mulai mencari referensi dari dosen saat mengajar dan materi dari  staffsite dosen tersebut, atau google menggunakan internet tentang bagaimana cara menganalisis system dengan baik, setelah mengerti saya pun mulai focus untuk mempelajari analisis system. Saya suka mengutak ngatik yang berhungang dengan kabel lan, memahami TCP/IP dan yang berhubungan dengan jaringan. Database saya menyukai database berawal dari LABSI membuat LA dan praktikum di LAbSI dan juga saya asisten dari LABSI yang dituntut untuk bisa mengerti tentang bahasa pemrograman dan juga database.
  Dilihat dari mulai semester 6 ketika saya PI bingung mau cari judul apa hingga akhirnya muncul dipikiran saya membuat “website  resep makanan khas betawi” ide itu muncul karena selain saya menyukai teknologi informasi saya juga sangat menyukai memasak membuat sesuatu yang unik walaupun terkadang rasanya kurang enak, tapi dari situ saya mulai belajar dan belajar terus untuk menciptakan suatu makanan yang enak dilidah saya dan orang lain. Kesukaan saya memasak itu bukan sekedar saya suka masak tapi karena saya hoby makan. Awalnya suka memasak karena jika tidak ada makanan yang bisa dimakan saya memasaknya sendiri, bukan hanya lauk pauk aja yang saya masak tetapi saya juga mencoba membuat kue, pizza dan lain sebagainya walaupun masih melihat rese di group media social.

2. Pekerjaan yang cocok untuk softskill saya ?

Setelah saya browsing dan mencari diinternet pada jobstreet pekerjaan yang cocok untuk saya adalah Anlyst System, IT networking, Chef disana dijelaskan spesifikasi atau syarat yang mampu untuk dikerjakan. Salary yang diterima untuk fresh graduate kisaran 3 sampai 4 jutaan untuk anlyst system dan tergantung juga pada pengalaman kerja jika kita sudah berpengalaman 1 sampai 3 tahun yang ditawarkan kisaran 5 juta sampai 9 jutaan perbulan.  Salary Chef 3 juta sampai 5 jutaan. Salary network enginer 3,5juta sampai 10 jutaan.

3. Jelaskan jobsdesk dari softskills yang saya miliki?

System analyst Jobs Descripstion:
System analyst merancang solusi IT baru untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan produktifitas. Pekerjaannya dapat untuk ekstrenal client atau internal client (seperti departemen dalam organisasi yang sama).
Bekerja secara dekat dengan client, analyst memeriksa model bisnis dan aliran data, mendiskusikan penemuan mereka dengan client, dan merancang solusi IT yang tepat.
Mereka menghasilkan sketsa rancangan dan meminta sistem IT baru, menentukan operasi yang akan dijalankan oleh sistem, dan cara data akan dilihat oleh user, memberikan rancangannya pada client dan setelah disetujui, bekerja secara dekat dengan tim client untuk mengimplementasikan solusi

Aktivitas Kerja System analyst
Kebanyakan system analyst bekerja pada tipe khusus sistem IT, dengan bermacam-macam tipe organisasi.Aktivitas kerja juga bergantung pada ukuran dan sifat dasar dari organisasi, tetapi biasanya meliputi:
  • Berhubungan secara luas dengan eksternal atau internal client
  • Menganalisa sistem (yang sudah ada) client
  • Menerjemahkan keperluan client ke dalam laporan singkat proyek yang sangat khusus
  • Mengenali pilihan untuk solusi potensial dan menilainya untuk kecocokan teknis dan bisnis
  • Membuat solusi logis dan inovatif untuk permasalahan yang kompleks
  • Membuat proposal khusus untuk memodifikasi atau menggantikan sistem
  • Membuat laporan proyek yang memungkinkan
  • Memberikan proposal pada client
  • Bekerja secara dekat dengan developer dan bermacam end user untuk memastikan kompatibilitas teknis dan kepuasan user
  • Memastikan anggaran dipatuhi dan memenuhi deadline
  • Membuat jadwal pengujian untuk keseluruhan sistem
  • Mengawasi implementasi sistem baru
  • Merencanakan implementasi sistem baru
  • Membuat user manual
  • Menyediakan pelatihan untuk user dari sistem baru
  • Tetap up to date dengan perkembangan sektor teknis dan industri

Kemampuan System analyst
 Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
  • Kemampuan untuk belajar dengan cepat
  • Pendekatan logis dalam pemecahan masalah
  • Menyelidiki dan memiliki rasa ingin tahu
  • Kemampuan presentasi
  • Kemampuan interpersonal dan client-handling yang bagus
  • Business awareness
  • Kemampuan yang baik sekali dalam komunikasi lisan dan tulisan
  • Kemampuan dalam perencanaan dan negosiasi
  • Inistiatif dan kepercayaan diri
  • Ketertarikan bagaimana proses organisasional bekerja

Network engineer Jobs Descripstion:
Network engineer bertanggung jawab untuk memasang dan mendukung komunikasi jaringan komputer dalam organisasi atau antar organisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan operasi yang lancar dari jaringan komunikasi untuk menyediakan performance yang maksimum dan ketersediaan untuk user (staff, client, customer, supplier, dan lain-lain).
Network engineer bekerja secara internal sebagai bagian dari tim pendukung IT di organisasi atau secara eksternal sebagai bagian dari perusahaan konsultansi networking dengan beberapa client.

Aktivitas Kerja Network engineer
  • Pekerjaan ini terpengaruh oleh ukuran dan tipe dari organisasi yang mempekerjakannya. Aktivitas standar yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi dibidang ini adalah:
  • Memasang, mendukung, memelihara server hardware dan infrastruktur software baru
  • Mengatur e-mail, anti spam, dan virus protection
  • Melakukan setting user account, izin dan password
  • Memonitor penggunaan jaringan
  • Memastikan cost-effective dan efisiensi penggunaan server
  • Mengusulkan dan menyediakan solusi IT untuk masalah bisnis dan manajemen
  • Memastikan semua peralatan IT memenuhi standar industri
  • Menganalisa dan menyelesaikan kesalahan, mulai dari major system crash sampai kelupaan password
  • Mengerjakan rutin preventative measures dan mengimplementasikan dan memonitor keamanan jaringan, jika jaringan terkoneksi ke internet
  • Menyediakan pelatihan dan dukungan teknis untuk user dengan bermacam tingkat pengetahuan IT dan kompetensi
  • Mengawasi staff lain, seperti help desk technician
  • Bekerja dekat dengan departemen/organisasi lain dan berkolaborasi dengan staff IT lain
  • Merencanakan dan mengimplementasikan pengembangan IT untuk masa mendatang dan menjalankan kerja proyek
  • Mengelola website dan memelihara jaringan internal
  • Memonitor penggunaan web oleh para pekerja
Kemampuan Network engineer
  • Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
  • Pengetahuan yang up to date dan memahami kebutuhan bisnis dan industri
  • Kemampuan komunikasi yang baik sekali
  • Mampu untuk menerima bermacam tugas dan memperhatikan detail
  • Kemampuan analytical dan problem-solving
  • Kemampuan teamwork dan mampu untuk merasa nyaman bekerja dengan tim, client dan grup staff yang berbeda antar organisasi
  • Kemampuan organisasional


CHEF Jobs Descripstion:
  • Mengerti dan menguasai standard dan peraturan terkait dengan ilmu gizi dan system manajemen mutu serta kemanan pangan
  • Memiliki sertifikat training HACCP, ISO 9001, ISO 22000
  • Memiliki kemampuan yang baik untuk memberikan pelatihan
  • Menguasai aplikasi computer (Ms. Windows, Ms. Office)
  • Mengerti bahas inghris lisan maupun tulisan
  • Memiliki ketekunan, ketelitian dan kemampuan analisa yang baik
  • Mampu bekerja dalam tim