Senin, 01 April 2013

Semester 2

minggu minggu ini deadline banget dari LA LP fisika , i-lab , tugas kelompok , tugas individual dan lain lain ya Allah bener bener berasa banget di semester 2 ini , semester 1 sih masih nyantai banget , paling cuma ada i-lab doang , banyak libur, tugas cuma PR biasa seperti MTK yaa gitu gitu aja , belajar buat i-lab sama buat presentasi doang , kalo sekarang bener bener doa gue dikabulin banget dikasih jadwal praktek sampe 4 dari internet dasar , I-Lab , Latex SI , lab. fisika , presentasi bahasa inggris non open book , dosen MTK yang sebelum ketemu dia harus belajar dulu pahami materinya biar kalo ada kuis dadakan bisa ngerjainnya , semester ini juga ada ko Vclass , pokoknya Full dari senin sampe sabtu yeeeaaaaah SEMANGAT! ini awal menuju kedepannya , semoga jadi terbiasa :)

Sekian.

Sabtu, 30 Maret 2013

Sistem Perekonomian Dunia - Tulisan Pertama Softskill

Tugas Softskill

Selasa, 22 Januari 2013

Birokrasi

Pengertian Birokrasi
    Birokrasi diartikan dalam 7 pengertian yakni, Organisasi yang rasional, Ketidakefisienan organisasi, Pemerintah oleh para pejabat, Administrasi Negara, Administrasi oleh pejabat, Bentuk organisasi dengan ciri-ciri dan kualitas tertentu seperti hirarki dan peraturan-peraturan, Salah satu ciri yang esensial dari masyarakat modern.    
   Dari berbagai macam pengertian yang sering muncul dalam term birokrasi, dapat disistematiskan dalam tiga kategori, yaitu pertama, birokrasi dalam pengertian yang baik atau rasional (bureau-rationality) seperti terkandung dalam pengertian Hegelian Bureaucracy dan Weberian Bureaucracy;kedua, birokrasi dalam pengetian sebagai salah satu penyakit (bureau pathology) seperti yang diungkapkan oleh karl Marx, laski, Robert michels, donald P. warwick, Michael cocier, fred luthan, dan sebagainya; dan ketiga birokrasi dalam pengertian netral (value-free), artinya tidak terkait dengan pengertian baik atau buruk. Dalam pengertian netral ini birokrasi data diartikan sebagai: keseluruhan pejabat negara dibawah peabat politik, atau keseluruhan pejabat negara pada cabang eksekutif, atau birokrasi bisa juga diartikan sebagai setiap organisasi yang berskala besar(every big organization is bureaucracy).
       Saat ini sukar untuk dibayangkan, tetapi 100 tahun yang lalu kata Birokrasi mempunyai arti sesuatu yang positif. kata itu bermakna suatu metode organisasi yang rasional dan efesien-metode untuk mengantikan pelaksanaan kekuasaan yang sewenang-wenang oleh rejim otoriter.
       Alasan yang jelas bagi kemajuan organisasi yang birokratis selalu berupa keunggulan teknisnya atas bentuk organisasi lain maupun...
      Ketetapan, Kecepatan, kejelasan......... pengurangan friksi dan biaya material maupun personal semua ini ditingkatkan sampai titik optimal dalam pemerintahan yang sangat birokratis. 
       Birokrasi merupakan sistem yang mencoba memahami perilaku-prilaku didalam organisasi bisa tetap rasional sehingga efektif usaha pencapaian tujuan organisasi tersebut. Birokrasi kita adalah birokrasi pancasila.

Keuntungan dan Kelemahan Birokrasi
Keuntungan
- Disiplin merupakan sifat lain yang menonjol dalam birokrasi
- Sistem birokrasi kita mengutamakan perilaku menghargai hasil karya orang lain
- Birokrasi kita tidak bersifat boros dan menjauhi pemerasan terhadap orang lain
- Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan  dan bergotong royong
-  Aspek-aspek yang sangat kuat kecenderungan. Sentralisasi yang amat kuat merupakan salah satu aspek yang menonjol dalam penampilan birokrasi pemerintah. Hal ini disebabkan karena birokrasi pemerintah bekerja dan berkembang dalam lingkungan budaya yang kondusif terhadap hidup dan berkembangnya nilai-nilai sentralistik tersebut.
- Menilai tinggi keseragaman dalam struktur birokrasi. Keseragaman atau kesamaan bentuk susunan, jumlah unit dan nama tiap unit birokrasi demikian menonjol dalam struktur birokrasi pemerintah. Hal ini tentu saja mempunyai arti tersendiri dalam upaya mencapai efisiensi melalui pembauan struktur.
- Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat

Kelemahan
- Konsep birokrasi tidak akan memuaskan bagi orang yang memandang penggunaan paksaan negara oleh para pejabat sebagai suatu bagian instrinsik dari gagasan birokrasi.
- Pendelegasian wewenang yang kabur. Birokrasi dinegara kita nampaknya pendelegasian wewenang menjadi masalah. Meskipun struktur birokrasi pada umumnya sangat hirarkis, dalam praktek perincian wewenang menurut jenjang sulit dilaksanakan. Wewenang pimpinan menengah seringkali sulit dipraktekan. Dalam kenyatannya, segala keputusan sangat tergantung pada pimpinan tertinggi(puncak) dalam birokrasi. Sementara hubungan antar jenjang dalam birokrasi diwarnai oleh pola hubungan pribadi.
- Kesulitan menyusun uraian tugas dan analisis jabatan. Meskipun perumusan uraian tugas (job description) dalam birokrasi merupakan suatu kebutuhan yang nyata , jarang sekali birokrasi kita memilikinya secara lengkap. Kalaupun ada sering tidak dijalankan secara konsisten. Disamping hambatan y ang berkaitan dengan keterampilan teknis dalam penyusunanna, hambatan yang dirasakan adalah adanya keengganan merumuskannya dengan tuntas. Jika aparat kepegawaiannya merumuskannya sendiri, unit lain mungkin tidak mau melaksanakannya.

Definisi Birokratisme

   Birokratisme adalah sebuah keburukan yang terdefinisi dengan baik, sebuah pelencengan yang buruk dan berbahaya, yang telah dikutuk secara resmi namun tetap tidak menunjukkan tanda-tanda akan melenyap. (Nogi Hessel Tanglilisan. 2005. Manajemen Publik. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia)
    Terlebih lagi, cukuplah sulit untuk melenyapkannya dengan satu pukulan! Tetapi bila birokratisme, seperti yang dikatakan oleh resolusi Komite Pusat, mengancam untuk memisahkan partai dari massa dan oleh karenanya melemahkan karakter kelas dari partai, maka perjuangan melawan birokratisme tidak mungkin berasal dari pengaruh-pengaruh non-proletar. Sebaliknya, aspirasi partai untuk menjaga karakter proletarnya niscaya harus melahirkan resistensi terhadap birokratisme. Tentu di bawah kedok resistensi ini, berbagai tendensi yang keliru, tidak sehat, dan berbahaya dapat memanifestasikan diri mereka. Dan mereka tidak dapat diungkapkan tanpa menganalisa dengan metode Marxis isi ideologi mereka. Akan tetapi, mengidentifikasikan resistensi terhadap birokratisme sebagai sebuah kelompok yang menjadi kendaraan untuk pengaruh asing adalah sendirinya menjadi “kendaraan” untuk pengaruh birokratis.
     Pengertian birokratisme mengacu pada sifat keterpakuan pada rutinitas, penolakan terhadap inovasi, keengganan memikul tanggung jawab, kekakuan dalam menerapkan aturan, dan kecenderungan menunda pekerjaan (Dawam Raharjo; Prisma, 1986). Selain sebagai acuan pemahaman, pengertian ini dapat juga dijadikan pegangan dalam evaluasi dan perbaikan.
     Contoh gampangnya, Bila seharusnya di Kantor Desa untuk membuat   KTP adalah 1 Minggu, namun pada kenyataannya ternyata lebih lama,  itu termasuk Birokratisme. Kalau jadi lebih cepat itu juga Birokratisme.

Referensi :
- Martin, albrow , Birokrasi, yogyakarta,  PT. Tiara Wacana Yogya, cetakan pertama, Mei 1989.
- ensiklopedia nasional indonesia. 1989. Jakarta: Cipta Adi Pustaka.
- Priyo Budi Santoso , Birokrasi Pemerintahan Orde baru (Perspektif cultural dan structural) , cetakaan pertama, Juni 1993.
- Miftah, Thoha, Perspektif perilaku birokrasi (dimensi prima ilmu administrasi negara jilid II), jakarta, Rajawali, Cetakan pertama dan Cetakan kedua, 1987 1991.
- Osborne, David, Mewirasusahakan Birokrasi, percetakan PT Teruna Grafica, Cetakan I, Agustus, 1995.

Minggu, 02 Desember 2012

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

DEFINISI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare  atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau  kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya. Komunikasi dalam organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.

Berikut ini adalah Definisi serta penjelasan mengenai komunikasi menurut beberapa ahli:

1. Everett M. Rogers, Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 62, Dedy Mulyana)
2. Rogers & D. Lawrence Kincaid, 1981, Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
3. Shannon & Weaver, 1949, Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
4. David K. Berlo, 1965 Ilmu pengantar komunikasi Komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi setiap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam memciptakan keseimbangan dengan masyarakat. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 3, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
5. Harorl D. Lasswell, 1960. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?) (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 19, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 69, Dedy Mulyana)
6. Steven, Komunikasi Juga dapat terjadi kapan saja suatu organisme memberi reaksi terhadap suatu objek atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 19, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
7. Raymond S. Ross, Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator. (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 62, Dedy Mulyana)

Pentingnya Komunikasi Dalam Organisasi :
a.  Komunikasi mendatangkan efektifitas yang lebih besar
b.  Komunikasi menempatkan orang-orang pada tempat yang seharusnya.
c. Komunikasi membawa orang-orang untuk terlibat dalam organisasi dan meningkatan motivasi untuk melibatkan kinerja yang baik, dan meningkatkan komitmen terhadap organisasi.
d. Komunikasi menghasilkan hubungan dan pengertian yang lebih baik antara bawahan, kolega, dan orang-orang di dalam organisasi dan di luar organisasi.
e. Komunikasi menolong orang-orang untuk mengerti perlunya perubahan.
f. Komunikasi meminimalkan permasalahan-permasalahan di dalam keorganisasian seperti konflik, stress, demotifasi dan loyalitas.

BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI
    Komunikasi pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam bentuk-bentuk sebagai berikut.
a.   Komunikasi Lisan dan Tertulis
Jenis komunikasi ini paling banyak dipraktekkan sehari-hari khususnya dalam komunikasi antar pribadi. Pemilihan betuk komunikasi lisan atau tertulis dipengaruhi oleh faktor-faktor waktu, kecepatan, biaya, perferensi pribadi, keterampilan individu dalam berkomunikasi, fasilitas yang tersedia untuk berkomunikasi. Komunikasi lisan atau tertulis memiliki keuntungan dan kerugian, seperti kalau tertulis keuntungannya pesan dapat disimpan, tetapi kerugiannya memakan waktu jika dibandingkan dengan komunikasi lisan. 
b.  Komunikasi Verbal dan Non Verbal
Komunikasi verbal yaitu komunikasi melalui kata-kata baik lisan atau tertulis. Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahasa badan atau tubuh, seperti gerakan tangan, jari, mata, kepala dan lain-lain. Alasan penggunaan jenis komunikasi ini biasanya berkaitan dengan masalah waktu dan situasi saat komunikasi terjadi.
Kesulitan utama dalam komunikasi verbal dengan menggunakan kata-kata adalah karena kita mencoba berbicara tentang dunia yang sangat rumit sedagkan jumlah kata-kata yag digunakan terbatas.
Jenis alat bantu visual kedua dalam komunikasi verbal adalah tulisan atau gambar. Sedangkan dalam komunikasi non verbal, bagian terpenting adalah menyangkut penggunaan bahasa tubuh (body language), yang artinya orang-orag mengkomunikasikan arti kepada orang lain dengan tubuh mereka dalam interaksi antar pribadi. Bahasa tubuh merupakan pelengkap yang penting bagi komunikasi non verbal disemua belahan dunia umumnya. Komunikasi non verbal ini memiliki fungsi tertentu dalam proses komunikasi verbal. Fungsi utama dari komunikasi non verbal adalah ; 
1.  Sebagai pengulangan 
2.  Pelengkap 
3.  Pengganti
4.  Memberi penekanan
5.  Memperdayakan 

  KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Ada tiga hal penting dalam mempelajari komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi :
a.  Informasi yang menjadi sumber komunikasi
b.  Bagaimana proses komunikasi tersebut
c.  Komunikasi antar orang dalam organisasi

Jika ketiga hal tersebut tidak banyak mengalami hambatan maka komunikasi dalam organisasi akan berjalan lebih berhasil sehingga pelaksanaan pencapaian tujuan menjadi lebih baik.
Komunikasi Ke Bawah
Komunikasi ke bawah dalam suatu organisasi berarti ia mengalir dari wewenang yang lebih tinggi ke wewenang yang lebih rendah. Bentuk yang paling umum adalah instruksi, memo resmi, pernyataan tentang kebijakan perusahaan, prosedur, pedoman kerja, dan pengumuman perusahaan.

    Menurut Katz dan Kahn, komunikasi ke bawah mempunyai lima tujuan pokok, yaitu :
1.  Memberi pengarahan atau instruksi kerja
2.  Memberi informasi mengapa suatu pekerjaan harus dilaksanakan
3.  Memberi informasi tentang prosedur dan praktek organisasional
4.  Memberi umpan balik pelaksanaan kerja kepada para karyawan
5.  Meyajikan informasi mengenai aspek idiologi yang dapat membantu organisasi menanamkan pengertian tentang tujuan yang ingin dicapai. 

Namun di satu sisi, komunikasi ke bawah juga mengandung kelemahan, yaitu kemungkinan terjadinya penyaringan atau sensor informasi penting sebelum disampaikan kepada para bawahan artinya, informasi yang diterima bawahan tidak seperti aslinya. Davis memberikan saran-saran dalam hal itu sebagai berikut :
1. Pimpinan hendaklah sangggup memberikan informasi kepada karyawan apabila dibutuhkan mereka. Jika pimpinan tidak mempunyai informasi yang dibutuhkan mereka dan perlu mengatakan terus terang dan berjanji akan mencarikannya
2.  Pimipinan hendaklah membagi informasi yang dibutuhkan oleh karyawan.
3. Pimpinan mengembangkan suatu perencanaan komunikasi, sehingga karyawan dapat mengetahui informasi yang dapat diharapkannya. 
4.  Berusaha membentuk kepercayaan diantara pengirim dan penerima pesan.

  Komunikasi ke Atas
    Kebutuhan akan komunikasi ke bawah sama banyaknya dengan jumlah komunikasi ke atas. Alat komunikasi ke atas yang sering digunakan secara luas terdiri dari kotak saran, rapat kelompok, laporan kepada penyelia, dan prosedur permohonan atau keluhan. Bentuk komunikasi ini biasanya tersendat-sendat dan tersaring. Setiap jenjang pimpinan enggan meneruskan masalah ke atas karea hal itu dapat dipadang sebagai pengakun kegagalan. Para pegawai biasanya cenderung hanya memberitahu atasan tentang hal-hal yang menurut mereka ingin didengar atasan. Jadi, setiap bawahan memiliki alasa untuk memilih, menafsirkan dan berbagai tindakan penyaringan informasi lainnya.

  Komunikasi Horisontal
    Tersedianya arus komunikasi horisontal sering kali dilupakan dalam sebuah desian organisasi. Komunikasi horisontal sangat penting bagi koordinasi dan integrasi dari beraneka ragam fungsi keorganisasian. Komunikasi dari teman sejawat ke teman sejawat sering kali diperlukan untuk mengadakan koordinasi dan dapat juga memberikan kepuasan terhadap kebutuhan sosial.

  Komuniksasi Diagonal
    Jenis komunikasi ini jarang sekali dipergunakan, namun komunikasi diagonal adalah penting dalam penting dalam keadaan dimana para anggota tidak dapat berkomunikasi secara efektif lewat jalur lain. Sebagian mungkin melibatkan tenaga penjualan yang mengirim laporan khusus langsung kepada pengawas keuanganan, dan tidak melewati jalur tradisional dalam departemen pemasaran. 

Sumber : Pace, Wayne R., KOMUNIKASI ORGANISASI, Bandung : Remaja Rosdakarya Offset, 2001.