Elastisitas Harga -
Senin, 13 Mei 2013
Minggu, 12 Mei 2013
Senin, 01 April 2013
Semester 2
minggu minggu ini deadline banget dari LA LP fisika , i-lab , tugas kelompok , tugas individual dan lain lain ya Allah bener bener berasa banget di semester 2 ini , semester 1 sih masih nyantai banget , paling cuma ada i-lab doang , banyak libur, tugas cuma PR biasa seperti MTK yaa gitu gitu aja , belajar buat i-lab sama buat presentasi doang , kalo sekarang bener bener doa gue dikabulin banget dikasih jadwal praktek sampe 4 dari internet dasar , I-Lab , Latex SI , lab. fisika , presentasi bahasa inggris non open book , dosen MTK yang sebelum ketemu dia harus belajar dulu pahami materinya biar kalo ada kuis dadakan bisa ngerjainnya , semester ini juga ada ko Vclass , pokoknya Full dari senin sampe sabtu yeeeaaaaah SEMANGAT! ini awal menuju kedepannya , semoga jadi terbiasa :)
Sekian.
Sekian.
Sabtu, 30 Maret 2013
Selasa, 22 Januari 2013
Birokrasi
Pengertian Birokrasi
Birokrasi diartikan dalam 7 pengertian yakni, Organisasi yang rasional,
Ketidakefisienan organisasi, Pemerintah oleh para pejabat, Administrasi Negara,
Administrasi oleh pejabat, Bentuk organisasi dengan ciri-ciri dan kualitas
tertentu seperti hirarki dan peraturan-peraturan, Salah satu ciri yang esensial
dari masyarakat modern.
Dari
berbagai macam pengertian yang sering muncul dalam term birokrasi, dapat
disistematiskan dalam tiga kategori, yaitu pertama, birokrasi dalam pengertian
yang baik atau rasional (bureau-rationality) seperti terkandung dalam
pengertian Hegelian Bureaucracy dan Weberian Bureaucracy;kedua, birokrasi dalam
pengetian sebagai salah satu penyakit (bureau pathology) seperti yang
diungkapkan oleh karl Marx, laski, Robert michels, donald P. warwick, Michael
cocier, fred luthan, dan sebagainya; dan ketiga birokrasi dalam pengertian
netral (value-free), artinya tidak terkait dengan pengertian baik atau buruk.
Dalam pengertian netral ini birokrasi data diartikan sebagai: keseluruhan
pejabat negara dibawah peabat politik, atau keseluruhan pejabat negara pada
cabang eksekutif, atau birokrasi bisa juga diartikan sebagai setiap organisasi
yang berskala besar(every big organization is bureaucracy).
Saat ini sukar untuk dibayangkan, tetapi 100 tahun yang lalu kata Birokrasi mempunyai arti sesuatu yang positif. kata itu bermakna suatu metode organisasi yang rasional dan efesien-metode untuk mengantikan pelaksanaan kekuasaan yang sewenang-wenang oleh rejim otoriter.
Alasan yang jelas bagi kemajuan organisasi yang birokratis selalu berupa keunggulan teknisnya atas bentuk organisasi lain maupun...
Ketetapan, Kecepatan, kejelasan......... pengurangan friksi dan biaya material maupun personal semua ini ditingkatkan sampai titik optimal dalam pemerintahan yang sangat birokratis.
Birokrasi merupakan sistem yang mencoba memahami perilaku-prilaku didalam
organisasi bisa tetap rasional sehingga efektif usaha pencapaian tujuan
organisasi tersebut. Birokrasi kita adalah birokrasi pancasila.
Keuntungan dan Kelemahan
Birokrasi
Keuntungan
- Disiplin merupakan
sifat lain yang menonjol dalam birokrasi
- Sistem birokrasi kita
mengutamakan perilaku menghargai hasil karya orang lain
- Birokrasi kita tidak
bersifat boros dan menjauhi pemerasan terhadap orang lain
- Mengembangkan
perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
bergotong royong
- Aspek-aspek yang sangat kuat
kecenderungan. Sentralisasi yang amat kuat merupakan salah satu aspek yang
menonjol dalam penampilan birokrasi pemerintah. Hal ini disebabkan karena
birokrasi pemerintah bekerja dan berkembang dalam lingkungan budaya yang kondusif
terhadap hidup dan berkembangnya nilai-nilai sentralistik tersebut.
- Menilai tinggi keseragaman dalam
struktur birokrasi. Keseragaman atau kesamaan bentuk susunan, jumlah unit dan
nama tiap unit birokrasi demikian menonjol dalam struktur birokrasi pemerintah.
Hal ini tentu saja mempunyai arti tersendiri dalam upaya mencapai efisiensi
melalui pembauan struktur.
- Mengutamakan
kepentingan negara dan masyarakat
Kelemahan
- Konsep birokrasi tidak
akan memuaskan bagi orang yang memandang penggunaan paksaan negara oleh para
pejabat sebagai suatu bagian instrinsik dari gagasan birokrasi.
- Pendelegasian wewenang yang kabur.
Birokrasi dinegara kita nampaknya pendelegasian wewenang menjadi masalah.
Meskipun struktur birokrasi pada umumnya sangat hirarkis, dalam praktek
perincian wewenang menurut jenjang sulit dilaksanakan. Wewenang pimpinan
menengah seringkali sulit dipraktekan. Dalam kenyatannya, segala keputusan
sangat tergantung pada pimpinan tertinggi(puncak) dalam birokrasi. Sementara
hubungan antar jenjang dalam birokrasi diwarnai oleh pola hubungan pribadi.
- Kesulitan menyusun uraian tugas
dan analisis jabatan. Meskipun perumusan uraian tugas (job description) dalam
birokrasi merupakan suatu kebutuhan yang nyata , jarang sekali birokrasi kita
memilikinya secara lengkap. Kalaupun ada sering tidak dijalankan secara
konsisten. Disamping hambatan y ang berkaitan dengan keterampilan teknis dalam
penyusunanna, hambatan yang dirasakan adalah adanya keengganan merumuskannya
dengan tuntas. Jika aparat kepegawaiannya merumuskannya sendiri, unit lain
mungkin tidak mau melaksanakannya.
Definisi Birokratisme
Definisi Birokratisme
Birokratisme adalah sebuah keburukan yang terdefinisi dengan baik,
sebuah pelencengan yang buruk dan berbahaya, yang telah dikutuk secara resmi
namun tetap tidak menunjukkan tanda-tanda akan melenyap. (Nogi Hessel
Tanglilisan. 2005. Manajemen Publik. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia)
Terlebih lagi, cukuplah sulit untuk melenyapkannya dengan satu
pukulan! Tetapi bila birokratisme, seperti yang dikatakan oleh resolusi Komite
Pusat, mengancam untuk memisahkan partai dari massa dan oleh karenanya
melemahkan karakter kelas dari partai, maka perjuangan melawan birokratisme
tidak mungkin berasal dari pengaruh-pengaruh non-proletar. Sebaliknya, aspirasi
partai untuk menjaga karakter proletarnya niscaya harus melahirkan resistensi
terhadap birokratisme. Tentu di bawah kedok resistensi ini, berbagai tendensi
yang keliru, tidak sehat, dan berbahaya dapat memanifestasikan diri mereka. Dan
mereka tidak dapat diungkapkan tanpa menganalisa dengan metode Marxis isi ideologi
mereka. Akan tetapi, mengidentifikasikan resistensi terhadap birokratisme
sebagai sebuah kelompok yang menjadi kendaraan untuk pengaruh asing adalah
sendirinya menjadi “kendaraan” untuk pengaruh birokratis.
Pengertian birokratisme mengacu pada sifat keterpakuan pada rutinitas,
penolakan terhadap inovasi, keengganan memikul tanggung jawab, kekakuan dalam
menerapkan aturan, dan kecenderungan menunda pekerjaan (Dawam Raharjo; Prisma,
1986). Selain sebagai acuan pemahaman, pengertian ini dapat juga dijadikan
pegangan dalam evaluasi dan perbaikan.
Contoh gampangnya, Bila seharusnya di Kantor Desa untuk membuat
KTP adalah 1 Minggu, namun pada kenyataannya ternyata lebih lama, itu
termasuk Birokratisme. Kalau jadi lebih cepat itu juga Birokratisme.
Referensi :
- Martin, albrow , Birokrasi, yogyakarta, PT. Tiara Wacana Yogya, cetakan pertama, Mei
1989.Referensi :
- ensiklopedia nasional indonesia. 1989. Jakarta: Cipta Adi
Pustaka.
- Priyo Budi Santoso , Birokrasi Pemerintahan Orde baru
(Perspektif cultural dan structural) , cetakaan pertama, Juni 1993.
- Miftah, Thoha, Perspektif perilaku birokrasi (dimensi
prima ilmu administrasi negara jilid II), jakarta, Rajawali, Cetakan pertama
dan Cetakan kedua, 1987 1991.
- Osborne, David, Mewirasusahakan Birokrasi, percetakan PT
Teruna Grafica, Cetakan I, Agustus, 1995.
Minggu, 02 Desember 2012
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
DEFINISI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya. Komunikasi dalam organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Berikut ini adalah Definisi serta penjelasan mengenai komunikasi menurut beberapa ahli:
1. Everett M. Rogers, Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 62, Dedy Mulyana)
2. Rogers & D. Lawrence Kincaid, 1981, Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
3. Shannon & Weaver, 1949, Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
4. David K. Berlo, 1965 Ilmu pengantar komunikasi Komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi setiap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam memciptakan keseimbangan dengan masyarakat. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 3, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
5. Harorl D. Lasswell, 1960. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?) (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 19, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 69, Dedy Mulyana)
6. Steven, Komunikasi Juga dapat terjadi kapan saja suatu organisme memberi reaksi terhadap suatu objek atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 19, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
7. Raymond S. Ross, Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator. (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 62, Dedy Mulyana)
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya. Komunikasi dalam organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Berikut ini adalah Definisi serta penjelasan mengenai komunikasi menurut beberapa ahli:
1. Everett M. Rogers, Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 62, Dedy Mulyana)
2. Rogers & D. Lawrence Kincaid, 1981, Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
3. Shannon & Weaver, 1949, Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
4. David K. Berlo, 1965 Ilmu pengantar komunikasi Komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi setiap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam memciptakan keseimbangan dengan masyarakat. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 3, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
5. Harorl D. Lasswell, 1960. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?) (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 19, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 69, Dedy Mulyana)
6. Steven, Komunikasi Juga dapat terjadi kapan saja suatu organisme memberi reaksi terhadap suatu objek atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 19, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
7. Raymond S. Ross, Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator. (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 62, Dedy Mulyana)
Pentingnya Komunikasi Dalam Organisasi :
a. Komunikasi mendatangkan efektifitas yang lebih
besar
b. Komunikasi menempatkan orang-orang pada tempat
yang seharusnya.
c. Komunikasi membawa orang-orang untuk terlibat
dalam organisasi dan meningkatan motivasi untuk melibatkan kinerja yang baik,
dan meningkatkan komitmen terhadap organisasi.
d. Komunikasi menghasilkan hubungan dan pengertian
yang lebih baik antara bawahan, kolega, dan orang-orang di dalam organisasi dan
di luar organisasi.
e. Komunikasi menolong orang-orang untuk mengerti
perlunya perubahan.
f. Komunikasi meminimalkan
permasalahan-permasalahan di dalam keorganisasian seperti konflik, stress, demotifasi
dan loyalitas.
BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI
Komunikasi pada dasarnya dapat
dikelompokkan dalam bentuk-bentuk sebagai berikut.
a. Komunikasi Lisan dan Tertulis
Jenis komunikasi ini paling banyak dipraktekkan sehari-hari khususnya
dalam komunikasi antar pribadi. Pemilihan betuk komunikasi lisan atau tertulis
dipengaruhi oleh faktor-faktor waktu, kecepatan, biaya, perferensi pribadi,
keterampilan individu dalam berkomunikasi, fasilitas yang tersedia untuk
berkomunikasi. Komunikasi lisan atau tertulis memiliki keuntungan dan kerugian,
seperti kalau tertulis keuntungannya pesan dapat disimpan, tetapi kerugiannya
memakan waktu jika dibandingkan dengan komunikasi lisan.
b. Komunikasi Verbal dan Non Verbal
Komunikasi verbal yaitu komunikasi melalui kata-kata baik lisan atau
tertulis. Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahasa badan
atau tubuh, seperti gerakan tangan, jari, mata, kepala dan lain-lain. Alasan
penggunaan jenis komunikasi ini biasanya berkaitan dengan masalah waktu dan
situasi saat komunikasi terjadi.
Kesulitan utama dalam komunikasi verbal dengan menggunakan kata-kata
adalah karena kita mencoba berbicara tentang dunia yang sangat rumit sedagkan
jumlah kata-kata yag digunakan terbatas.
Jenis alat bantu visual kedua dalam komunikasi verbal adalah tulisan
atau gambar. Sedangkan dalam komunikasi non verbal, bagian terpenting adalah
menyangkut penggunaan bahasa tubuh (body language), yang artinya orang-orag
mengkomunikasikan arti kepada orang lain dengan tubuh mereka dalam interaksi
antar pribadi. Bahasa tubuh merupakan pelengkap yang penting bagi komunikasi
non verbal disemua belahan dunia umumnya. Komunikasi non verbal ini memiliki
fungsi tertentu dalam proses komunikasi verbal. Fungsi utama dari komunikasi
non verbal adalah ;
1. Sebagai pengulangan
2. Pelengkap
3. Pengganti
4. Memberi penekanan
5. Memperdayakan
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Ada tiga hal
penting dalam mempelajari komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi :
a. Informasi yang menjadi sumber komunikasi
b. Bagaimana proses komunikasi tersebut
c. Komunikasi antar orang dalam organisasi
Jika ketiga hal
tersebut tidak banyak mengalami hambatan maka komunikasi dalam organisasi akan
berjalan lebih berhasil sehingga pelaksanaan pencapaian tujuan menjadi lebih
baik.
Komunikasi Ke
Bawah
Komunikasi ke
bawah dalam suatu organisasi berarti ia mengalir dari wewenang yang lebih
tinggi ke wewenang yang lebih rendah. Bentuk yang paling umum adalah instruksi,
memo resmi, pernyataan tentang kebijakan perusahaan, prosedur, pedoman kerja,
dan pengumuman perusahaan.
Menurut Katz dan Kahn, komunikasi ke bawah
mempunyai lima tujuan pokok, yaitu :
1. Memberi pengarahan atau instruksi kerja
2. Memberi informasi mengapa suatu pekerjaan harus
dilaksanakan
3. Memberi informasi tentang prosedur dan praktek
organisasional
4. Memberi umpan balik pelaksanaan kerja kepada
para karyawan
5. Meyajikan informasi mengenai aspek idiologi yang
dapat membantu organisasi menanamkan pengertian tentang tujuan yang ingin dicapai.
Namun di satu
sisi, komunikasi ke bawah juga mengandung kelemahan, yaitu kemungkinan
terjadinya penyaringan atau sensor informasi penting sebelum disampaikan kepada
para bawahan artinya, informasi yang diterima bawahan tidak seperti aslinya.
Davis memberikan saran-saran dalam hal itu sebagai berikut :
1. Pimpinan hendaklah sangggup memberikan informasi
kepada karyawan apabila dibutuhkan mereka. Jika pimpinan tidak mempunyai
informasi yang dibutuhkan mereka dan perlu mengatakan terus terang dan berjanji
akan mencarikannya
2. Pimipinan hendaklah membagi informasi yang
dibutuhkan oleh karyawan.
3. Pimpinan mengembangkan suatu perencanaan
komunikasi, sehingga karyawan dapat mengetahui informasi yang dapat
diharapkannya.
4. Berusaha membentuk kepercayaan diantara pengirim
dan penerima pesan.
Komunikasi ke Atas
Kebutuhan akan komunikasi ke bawah sama
banyaknya dengan jumlah komunikasi ke atas. Alat komunikasi ke atas yang sering
digunakan secara luas terdiri dari kotak saran, rapat kelompok, laporan kepada
penyelia, dan prosedur permohonan atau keluhan. Bentuk komunikasi ini biasanya
tersendat-sendat dan tersaring. Setiap jenjang pimpinan enggan meneruskan
masalah ke atas karea hal itu dapat dipadang sebagai pengakun kegagalan. Para
pegawai biasanya cenderung hanya memberitahu atasan tentang hal-hal yang
menurut mereka ingin didengar atasan. Jadi, setiap bawahan memiliki alasa untuk
memilih, menafsirkan dan berbagai tindakan penyaringan informasi lainnya.
Komunikasi Horisontal
Tersedianya arus komunikasi horisontal
sering kali dilupakan dalam sebuah desian organisasi. Komunikasi horisontal
sangat penting bagi koordinasi dan integrasi dari beraneka ragam fungsi
keorganisasian. Komunikasi dari teman sejawat ke teman sejawat sering kali
diperlukan untuk mengadakan koordinasi dan dapat juga memberikan kepuasan
terhadap kebutuhan sosial.
Komuniksasi Diagonal
Jenis komunikasi ini jarang sekali
dipergunakan, namun komunikasi diagonal adalah penting dalam penting dalam keadaan
dimana para anggota tidak dapat berkomunikasi secara efektif lewat jalur lain.
Sebagian mungkin melibatkan tenaga penjualan yang mengirim laporan khusus
langsung kepada pengawas keuanganan, dan tidak melewati jalur tradisional dalam
departemen pemasaran.
Sumber : Pace, Wayne R., KOMUNIKASI ORGANISASI, Bandung : Remaja Rosdakarya Offset, 2001.
Langganan:
Postingan (Atom)